Cieeee! Dona bisa galau juga cie. *kata setan dalam hati* Kali ini saya sendiri juga bingung galau kenapa, cowok gak ada, sahabat tidur, temen-temen nge-tweet hal yang gak penting menurut saya dan sayapun 'hanya' memandang Timeline;-)
"Kali ini kenapa Don kok galau? Cowok kamu mana? :/" "Cowok? Ha? cowok dona di sumur, jatuh td hilang deh." "Jahat banget Don" "Kamu sadar deh, kamu jahat gak?" "Enggak kok Don, insyaallah baik" "O."
upsss! kali ini gajelas banget. Nge-tweet malem-malem gini. Sebenernya ya, tidur malem-malem gak baik banget buat kesehatan. Tapi Apa Daya, Dona emang gabisa tidur. Kalau tidur cepet itu kadang karna ketiduran atau kecapean. Batas ngantuk itu jam 10-11. Selebihnya... Jangan harap rasa ngantuk itu muncul, adanya malah keinginan buat melek(bangun) sepanjang hari. Tapi kali ini Dona juga gatau tidur jam berapa. Rencananya pagi mau jogging keliling atau renang, tapi... kayaknya gak mungkin deh. Hehehe
Baru Sharing nih nemu..ini. Jadi takuttttt fufufu
DAMPAK INSOMNIA :
- Menyebabkan penambahan berat.
- Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan dan bisa menjadi obesitas. Menurut studi tahun 2004, hampir 30 persen dari orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam sehari cenderung menjadi lebih gemuk daripada mereka yang tidur 7 – 9 jam sehari
- Daya tahan tubuh menjadi lemah sehingga mudah sakit
- Rentan terserang kencing manis.
- Penelitian Universitas Chicago menemukan terjadi gangguan pada proses metabolisme gula pada mereka yang tidur kurang dari 6 jam.
- Stres meningkat.
- Studi universitas Chicago menemukan tidur kurang dari 7 jam dapat meningkatkan produksi kortisol (hormon stres)
- Meningkatkan rasa cemas dan gampang tersinggung
- Meningkatkan risiko kecelakaan di tempat kerja, Sebuah studi menunjukkan pekerja yang mengantuk berlebihan pada siang hari rentan terluka dan mengalami kecelakaan saat bekerja.
- Meningkatkan risiko kecelakaan lalulintas.
- Sebuah penelitian Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika menunjukkan bahwa kelelahan merupakan penyebab 100.000 kecelakaan mobil dan 1.500 kematian selama setahun di AS.
- Dapat mengganggu kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, pemecahan masalah dan pelupa.
- Hal ini membuat belajar menjadi sulit dan tidak efisien Jika tidak cukup tidur, maka tidak akan mampu mengingat apa yang dipelajari dan alami selama seharian dan memengaruhi penafsiran tentang peristiwa karena keadaan tubuh yang lemas membuat kita tidak bisa menilai situasi secara akurat dan bijaksana.
- Memicu terjadinya serangan jantung, detak jantung tidak teratur, tekanan darah tinggi dan stroke. Kurang tidur meningkatkan risiko dua kali lipat terkena kematian akibat serangan jantung.
- Menurunkan tingkat libido dan dorongan melakukan hubungan seksual baik pada pria maupun wanita. Studi dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 2002 menunjukkan, hampir semua pria yang menderita sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah. Hampir setengah dari orang yang menderita sleep apnea parah memiliki tingkat testosteron yang rendah pada malam hari.
- Menyebabkan depresi, Studi Universitas Pennsylvania 1997 melaporkan bahwa orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stres, marah, sedih, depresi dan kelelahan mental. Dalam studi tahun 2007 yang melibatkan 10.000 orang terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan mengalami depresi.
- Mempengaruhi kesehatan kulit. Kebanyakan orang mengalami kulit pucat dan mata bengkak setelah beberapa malam kurang tidur. Kurang tidur yang kronis dapat mengakibatkan kulit kusam, garis-garis halus pada wajah, dan lingkaran hitam di bawah mata karena tubuh melepaskan lebih banyak hormon stres atau kortisol. Dalam jumlah yang berlebihan, kortisol dapat memecah kolagen kulit atau protein yang membuat kulit tetap halus dan elastis.
- Merangsang hasrat menyantap makanan berlemak dan makanan tinggi karbohidrat.
- Meningkatkan risiko kematian. Dalam penelitian Whitehall ke-2, menemukan mereka yang telah tidur kurang dari 5-7 jam sehari mengalami kenaikan risiko kematian.
- Faktor genetik yaitu fatal familial insomnia (FFI). Gangguan tersebut hanya dialami 40 keluarga di seluruh dunia. Akibatnya seseorang akan menderita panik, halusinasi, berkurangnya bobot tubuh, demensia. Biasanya FFI terjadi pada orang usia paruh baya dan berakhir dengan kematian pada kurun waktu satu atau dua tahun.
SIALAN BANGET GAK SEEEHHHHHHHH????! Jadi mau langsung tidur gueeehhh-__-"
BYE!!!!!!! *Exit*